Green Ambasador IPB 2015

Khoirul Umam, resmi menjadi IPB Green Environment Ambasador (IGEA) 2015. Penobatan Khoirul sebagai Duta Lingkungan IPB dilakukan di pelataran Grha Widya Wisuda Kampus IPB Dramaga, Minggu (7/6). Mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) ini berhasil mengalahkan 27 finalis lainnya yang berasal dari 9 Fakultas dan Sekolah Diploma IPB.

IGEA 2015 mengusung tema “Penggunaan Reusable Bag dalam Menyikapi Perubahan Iklim”. IGEA 2015 merupakan gelaran yang telah dua kali dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB. IGEA adalah kegiatan kaderisasi dan pemilihan Duta Lingkungan IPB yang akan aktif menjadi inisiator kegiatan-kegiatan lingkungan di IPB dan merepresentasikan gaya hidup pro lingkungan berkelanjutan. Tujuannya adalah mendidik dan mencari duta lingkungan yang akan menjadi panutan sebagai mahasiswa ideal yang mendukung lingkungan berkelanjutan di kampus IPB.

“Khoirul Umam terpilih karena dia berwawasan dan bisa berbagi wawasan tersebut dengan orang lain. Khoirul juga friendly dan rajin dalam mengikuti semua rangkaian IGEA. Public speaking dan tata bahasanya bagus. Walaupun project kelompoknya bukan project yang terbaik, tapi project-nya termasuk salah satu yang terbaik,” ujar Khoirul Umam, Duta Lingkungan IPB tahun 2014 yang juga Ketua Panitia IGEA 2015.

Mahasiswa Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini menambahkan proses karantina dilaksanakan selama tiga bulan, finalis IGEA 2015 tampil di hadapan publik dalam puncak IGEA 2015. Setelah terpilih menjadi Duta Lingkungan otomatis akan menjadi ketua komunitas pecinta lingkungan.

“Duta Lingkungan terpilih akan mendapat rekomendasi resmi untuk mendaftar dalam ajang HiloGreen Leader wilayah Jabodetabek. Selain itu, diharapkan Green Ambasador akan menjadi inisiator dan berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lingkungan di kampus IPB untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan di dalam kampus. Salah satu tugasnya adalah bagaimana agar timbul budaya agar setiap kantin di IPB less plastic dengan menyediakan eco bag yang dijual murah. Kita ingin budaya ini terbentuk sehingga terjadi pengurangan penggunaan plastik,” ujarnya.

Keberlanjutan program ini diharapkan akan terbentuk komunitas yang beranggotakan para finalis dan volunteer yang akan terus  memberikan kebermanfaatan melalui aksi nyata peduli lingkungan (dimulai dari hal-hal yang kecil) dan mengaplikasikan ilmu-ilmu yg mereka dapatkan selama pendidikan untuk kepentingan bersama.

Dalam kesempatan ini, salah satu juri IGEA 2015, Dr. Hangesti, juga mengumumkan Fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terbaik dalam menjaga kebersihannya. Untuk kategori fakultas, juara pertama diraih oleh Fakultas Pertanian, untuk kategori UKM, juara pertama diraih oleh UKM IGAF, kedua oleh UKM Kemaki dan ketiga oleh UKM Sepakbola.(zul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *