Dr. Ir. Wayan Nurjaya, Ketua Program Studi Terbaik Nasional 2015

Selalu berbuat baik karena pasti mendapatkan yang baik (hukumkarmapala) danselaluintrospeksidiri (mulatsarire). Demikian filosofi hidup Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (ITK-FPIK-IPB), Dr. I Wayan Nurjaya dalam mengarungi kehidupan.

Ketua Program Studi Terbaik tingkat Nasional tahun 2015 ini juga berprinsip setiap orang memilikisisipositifdansisinegatif. “Saya selalu berusaha untuk mengambil dan mengembangkan sisi positifnya. Staf di departemen kami memiliki asal usul kultur dan budaya yang beragam. Dalam keberagaman tersebut terdapat dinamika yang tinggi, sehingga kami memperoleh kekompakan serta kekuatan yang luarbiasa, karena kami saling menghargai antara satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Sebagai upaya membangun komunikasi hangat antar sivitas, setiap hari Rabu, Dr. Wayan menyelenggarakan forum rabuan bersama pegawai untuk menyampaikan perkembangan kemajuan program studi. Khusus setiap hari Jumat diadakan makan siang bersama pegawai. Sementara untuk menambah keakraban mahasiswa, program studi menyelenggarakan program coffee break. “Di samping kami menjalin komunikasi non formal menggunakan mailing list dan whatsapps, setiap tahun sivitas departemen dan keluarga juga mengadakan outbond di luar kota,” lanjut Dr. Wayan.

Bila ada konflik di antara sivitas departemen, pertamayang dilakukan Dr. Wayan adalah memediasi kedua belah pihak yang sedang konflik.“Kalau tidak bisa, saya minta tolong kepada senior atau sesepuh dari masing-masing pihak yang sedang konflik. Kalau itu juga tidak bisaya kami sampaikan kepada pimpinan,” kata alumnus S3 Physical Oceanography, Tokyo University of Marine Science and Technology, Jepang ini.

Dengan modal sosial tersebut, penghobi batu akik berkualitas tinggi dan yoga ini berusaha berusaha mengatasi berbagai kendala dan masalah yang dihadapi. “Di bidangilmu,sayasangatbanggamendalamibidangoseanografi yang relatifmasihbarudibandingkandenganbidangilmu lain,sehinggabanyaktantangan yang dihadapidalampengembanganoseanografi di Indonesia. Sayabersyukurilmu yang sayapelajariselama ini dapat ditularkan kepadamahasiswadan masyarakat yang membutuhkannya,” ungkap pria kelahiran 1 Agustus 1964 ini.

“Harapansayaterhadap Departemen ITK kedepanadalahlebihbanyaklagikarya-karyanyata yang dapatdisumbangkankepadamasyarakat, bangsadannegaraterutamakepadaperkembanganilmudankelautansehinggamemberikanmanfaat yang banyakbagirakyat Indonesia. Dengandemikiancalonmahasiswa yang berminatmendaftar ke program studi ITK IPBakanterusbertambah. SejakDepartemen ITK IPB terakreditasiinternasionalsatukursisudahdiperebutkanoleh 15 orang calonmahasiswa, dimanasebelumnyasatu berbanding tujuh,” tandasnya.

Dr. Wayan juga senantiasa mengingat pesan sensei atau profesornya saat kuliah di Jepang untuk meneladani ilmu padi. “Beliau sangat low profile, tidak sombong, baik hati, dekat dengan mahasiswa dan sangat kekeluargaan sekali. Waktu saya pulang, beliau berpesan ‘Wayan San, kamu harus mengikuti filosofi seperti padi, semakin berisi semakin menunduk’. Agar saya mengingat pesan itu, Sensei menggambar padi ditulis di kertas dengan kanji, lalu saya taruh kertas tersebut di ruang kerja saya sampai sekarang,” kata Dr. Wayan. Filosofi ilmu padi itulah yang senantiasa diterapkan Dr. Wayan dalam memimpin dan mengelola Departemen ITK IPB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *