Cara Mengatur Uang Jajan Anak

Konsultasi kondisi keuangan keluarga biasanya dilakukan ketika Anda ingin mewujudkan rencana investasi, tabungan jangka panjang, atau rencana keuangan lainnya. Kondisi keuangan keluarga sebenarnya mencakup banyak hal kompleks yang harus Anda perhatikan. Selain keputusan finansial yang besar, ada hal-hal kecil lain yang tidak kalah penting. Salah satu yang patut Anda perhatikan dalam keluarga adalah cara mengatur uang jajan untuk anak.

Sebagai orang tua yang bijak dan cermat, Anda dapat melakukan hal-hal ini ketika mengatur uang jajan buah hati Anda:

Mengetahui Jumlah Uang Jajan Teman Sebayanya

Sebelum menentukan besaran uang jajan untuk anak, ada baiknya jika Anda mencari tahu berapa uang jajan teman-teman sebaya buah hati Anda. Akan lebih mudah memutuskan jumlah yang sesuai jika Anda tahu perbandingan uang jajan teman-teman si buah hati. Anda juga dapat membicarakan perihal uang jajan anak dengan sesama orang tua. Tentu sebagai sesama orang tua, Anda dapat saling berbagi kisah, informasi, dan saran tentang besaran dan pentingnya uang jajan untuk anak.

Membantu Anak Menyusun Prioritas

Menyusun prioritas keuangan merupakan hal penting yang wajib dipahami sedini mungkin. Demi menciptakan sikap yang hemat dan bijak pada anak sejak dini, Anda dapat membantunya menyusun daftar prioritas. Hal-hal yang sifatnya penting seperti uang kas kelas, uang untuk membeli buku favorit, serta dana tabungan harus menjadi prioritas utama. Hal-hal lain seperti uang untuk jajan atau membeli mainan dapat dinomorduakan setelah prioritas utama tercapai.

Sistem Uang Jajan Mingguan

Sebagian besar orang tua tentu khawatir jika buah hatinya memegang uang dalam jumlah terlalu banyak. Padahal, memberi uang jajan mingguan justru dapat melatih kemandirian dan sikap berhemat pada anak-anak. Berikan pengertian kepada anak bahwa jika uang jajan mingguan habis sebelum waktunya, Anda tidak akan memberikan uang jajan tambahan. Biarkan si kecil mengatur keuangan mereka secara mandiri.

Tugas Anda adalah mengawasi dan membimbing buah hati Anda untuk mengelola keuangan secara efektif. Menegur ketika anak terlalu boros tentu diperbolehkan. Namun jangan sampai pengawasan Anda malah mengganggu privasi dan kemampuan anak mengatur keuangannya.

Jangan Jadikan Uang Jajan sebagai Imbalan

Agar anak-anak menjadi lebih rajin dan bersemangat membantu pekerjaan rumah, orang tua kerap mengiming-imingi dengan uang jajan. Hal ini sebaiknya tidak Anda lakukan kepada buah hati Anda. Ini karena uang jajan dan kewajiban membantu orang tua adalah dua hal yang berbeda. Jangan sampai anak-anak jadi memiliki sifat pamrih dan enggan membantu bila tidak ada imbalan uang jajan tambahan.

Kendati terasa susah-susah gampang, niscaya Anda akan semakin mahir mengatur uang jajan anak setelah membaca ulasan ini. Untuk pemenuhan kebutuhan finansial keluarga lainnya, lakukan konsultasi keuangan keluarga dengan pakar keuangan yang terpercaya.

Baca juga Artikel menarik nya di tips melalui tanya jawab tentang asuransi.

Leave a Reply